LAMPUNG – Bursa pemilihan Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung mulai menghangat. Jika sempat menggulir kembali nama Sudin sebagai ketua DPD PDIP Lampung periode mendatang, nyatanya di akar rumput sejumlah nama lain justru disukai dan dinilai cocok untuk menjadi ketua DPD PDIP Lampung.

Hal itu terungkap dari polling online yang menanyakan siapakah yang cocok, layak dan pantas menjadi Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Provinsi Lampung mendatang pada Rabu (27/8/2025).

Melalui link https://pollingkita.com/polling452925-polling-siapa-yang-cocok-layak-dan-pantas-untuk-menjadi-ketua-dpd-pdip-lampung-periode-2025-2030 terungkap bahwa justru Sudin tak berada di peringkat teratas hasil polling yang digelar di akar rumput tersebut.

 

Pantauan media ini pada Rabu pagi, Pilih nama Anggota DPR RI asal PDIP Drs. H. Mukhlis Basri berada di urutan teratas sementara polling online yang menjaring kandidat ketua DPD PDIP Lampung.

Berikut hasilnya : 

Mukhlis Basri 557 Suara
40,4%
Yanuar Irawan 417 Suara
30,2%
Umar Ahmad 107 Suara
7,8%
Kostiana 100 Suara
7,3%
Nurhasanah 90 Suara
6,6%
Sutono 32 Suara
2,4%
Sudin 26 Suara
1,9%
Ni Ketut Dewi Nadi 23 Suara
1,7%
Lainnya 15 Suara
1,1%
Lesty Putri Utami 5 Suara
0,4%
Komang Koheri 4 Suara
0,3%
Watoni Noerdin 3 Suara
0,3%
Apriliati 2 Suara
0,2%
Total: 1381 Suara
Hasil sementara, pemungutan suara ditutup pada 28 Agustus 2025
Jika ditelisik lebih dalam, momen pergantian ketua DPD PDIP Lampung kali ini memang momen perbaikan partai berlambang banteng moncong putih ini untuk bangkit.
Adapun menyebut nama Mukhlis Basri yang merupakan mantan Bupati Lampung Barat yang dikenal punya pengalaman politik yang tidak diragukan lagi, sudah lama sekali berkecimpung di PDIP. Dimana diantaranya sudah menjadi Ketua DPC PDIP Lampung Barat pada tahun 2000.
Mukhlis Basri juga asli putra daerah Lampung yang lahir dari anak petani, sehingga sangat menyelami dan mengetahui perjuangan untuk rakyat. Selain itu, Mukhlis Basri juga dinilai tak punya beban politik, serta rekam jejak bersih alias tak ada satu pun tunggakan kasus yang tengah dikirimkan oleh aparat penegak hukum. (jonlin/merah1)