PAHAWANG – Dalam rangka mensyi’arkan Ijtima’ Dunia Tabligh Akbar Indonesia Berdo’a di Kota Baru Jati Agung Lampung Selatan pada 28 -30 November 2025, Ketua Umum Forum Silaturahmi Muslim Lampung (Forsimula) H. Sjachroedin ZP berinisiatif membawa jamaah Tabligh untuk berdakwah ke Pahawang Pesawaran.
Menurut Sjachroedin ZP, bahwa tujuan ke Pahawang untuk mensyi’arkan adanya kegiatan Ijtima’ Dunia Tabligh Akbar Indonesia Berdo’a ke seluruh penjuru Lampung. Sebab, Lampung patut mendapatkan anugerah dari Allah SWT menjadi tuan rumah Ijtima’ Dunia yang diikuti ratusan ribu hingga jutaan umat muslim dan ulama dari seluruh dunia di Kota Baru.

“Tujuan dakwah ke Pahawang sebagai salah satu mensyi’arkan Ijtima’ Dunia Tabligh Akbar Indonesia Berdo’a. Serta mengajak kepada kebaikan,” kata Sjachroedin, Jumat (14/11/2025).
Sementara itu, Ustadz Nike yang ikut serta membawa jamaah Tabligh ke Pahawang menyatakan bahwa jamaah yang dibawa berasal dari jamaah tabligh yang sudah berada di Kota Baru dan berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dan beberapa negara.
“Ada sepuluh rombongan lewat perahu. Diantaranya juga jamaah tabligh dari India. Mereka berdakwah dan tiyar ke Pahawang, ini atas inisiatif Ketua Umum Forsimula Bapak Sjachroedin ZP, semoga berkah,” kata Ustadz Nike.
Untuk diketahui, Forsimula yang digagas dan dibentuk oleh Komjen Pol (Purn) Sjachroedin ZP, adalah wadah kebersamaan Umat Muslim di Provinsi Lampung.
“Pak Sjachroedin ZP ingin agar Lampung juga menyambut Tabligh Akbar Indonesia Berdo’a di Kota Baru Jati Agung Lampung Selatan. Kita sudah menggelar Pawai Syi’ar Tabligh Akbar Indonesia Berdo’a pertama Oktober lalu. Rencananya, kedua kita akan menggelar pawai syi’ar kedua pada Jumat 21 November 2025 start dari Masjid Al-Hijrah Kota Baru keliling Bandar Lampung. Bersama DPP Sai Lampung, MPAL Provinsi Lampung dan Komunitas Jeep Willys Lampung,” kata Sekjen Forsimula Dr. Tauhidi.
Ditambahkan, mantan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP berkeinginan agar setelah Tabligh Akbar Indonesia Berdo’a selesai, agar Lampung terus mensyi’arkan Islam termasuk kegiatan keagamaan di Kota Baru terus berjalan dan tidak berhenti. (radit)

