BALI – Keluarga Besar Puri Agung Karangasem kembali menyelenggarakan Upacara Atma Wedana Utama (Baligia) di kawasan historis dan spiritual, Taman Sukasada Ujung, Kabupaten Karangasem.
Sejumlah tokoh penting diundang secara khusus pada Baligia di Puri Agung Karangasem Bali kali ini. Yang istimewa adalah, hadirnya PYM SPDB Brigjen Pol (Purn) Pangeran Edward Syah Pernong, SH, MH, Sultan Sekala Brak Kepaksian Pernong Yang Dipertuan Ke-23.
Tampak Pangeran Edward Syah Pernong yang juga Dewan Keraton (DK) 01 Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) hadir didampingi Sekjen MAKN YM Dra. Hj. Raden Ayu Yani Wage Sulistyowati S. Kuswodidjoyo, dari Kesultanan Sumenep.
Undangan lainnya tampak para tokoh besar Bali diantaranya seperti Prof. A.A. Agung Gede Putra Agung dan Anak Agung Istri Agung Raka Padmi. Juga para Pengelingsir Puri sejebag Bali, Tokoh Keraton Nusantara, Pasemetonan Puri dan Angga Brahmana Griya, Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat.
“Warisan budaya luhur Bali ini tentu adalah hal yang sakral dan agung. Harus terus dijaga agar tetap lestari. Tugas kita ke depan adalah bagaimana generasi kedepan juga tahu dan mau melestarikan adat budayanya,” kata Pangeran Edward Syah Pernong.
Karya Baligia Utama merupakan sebuah rangkaian sakral dari upacara Pitra Yadnya sebagai semangat bakti kepada leluhur dan pelestarian warisan budaya luhur Bali. Mengingat, keberadaan kehidupan kekinian sebagai bagian dari reinkarnasi kehidupan sebelumnya.
Setelah melewati sejumlah rangkaian upacara, akhirnya Keluarga Besar Puri Agung Karangasem menggelar Puncak Karya Baligia Utama di Taman Sukasada Ujung, Banjar Ujung, Tumbu, Kabupaten Karangasem, Minggu, 20 Juli 2025.
Karya Baligia Utama juga dihadiri Ida Tjokorda Mengwi XIII, yang tidak hanya sebatas ritual semata, tapi hal tersebut juga menjaga warisan budaya spiritual, karena didalamnya terkandung nilai bakti, kesucian dan keseimbangan antara sekala dan niskala sebagai peninggalan Adat, Tradisi peninggalan leluhur Puri Agung Karangasem.
Pada kesempatan tersebut, Pengelingsir, Manggala Puri serta Pengerajeg Karya Baligia, Anak Agung Bagus Parta Wijaya didampingi Prawartaka Karya Anak Agung Made Kosalia menyebutkan Karya Baligia Utama ini menjadi momentum penting dalam menyucikan roh leluhur (Atma), agar mencapai alam Siwa Loka dan bersatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, menjadi Dewa Pitara sebagai suatu bentuk bakti tertinggi bagi keluarga yang ditinggalkan, berlandaskan lontar suci Baligia.
Upacara Atma Wedana Utama ini menegaskan keberadaan tubuh manusia yang terdiri atas tiga unsur, yaitu Stula Sarira (badan kasar), Suksma Sarira (badan halus) dan Antahkarana Sarira (roh).
“Jika Ngaben menyucikan badan kasar (Panca Maha Bhuta: Pertiwi, Apah, Teja, Bayu dan Akasa) maka Baligia adalah penyucian badan halus (Panca Tan Matra: Sabda, Sparsa, Rupa, Rasa dan Ghanda),” paparnya.
Menurutnya, Karya Baligia Utama Puri Agung Karangasem 2025 ini diikuti oleh 104 Puspa/Sekah, dengan 17 Puspa diantaranya berasal dari Puspa Puri, yaitu Pengelingsir Prof. A.A. Agung Gede Putra Agung, Anak Agung Istri Agung Raka Padmi dan juga diiringi Sekah lainnya dari Karangasem hingga Lombok. (rilis/Jihan)

