LAMPUNG – Lampung kini bersiap menjadi pusat perhatian dunia sepak bola nasional, menyusul rencana Bhayangkara FC menjadikan Stadion Sumpah Pemuda sebagai home base di Liga 1.
Wakil Ketua Asprov PSSI Lampung, Yoga Swara mengungkapkan, dukungan penuh terhadap langkah strategis ini. Dengan kehadiran Bhayangkara FC bukan hanya soal klub elite yang bermain di Lampung, tapi juga soal membangun ekosistem sepak bola yang sehat dari akar rumput.
“Dengan hadirnya Bhayangkara, justru SSB (Sekolah Sepak Bola) di Lampung akan makin hidup. Selama ini mungkin mereka tidak tahu harus ke mana, tapi sekarang ada wadahnya,” ujarnya di Stadion Pahoman, Bandar Lampung, Sabtu (3/5/2025).
Ia menjelaskan, pentingnya pembinaan usia dini secara berjenjang dari U-10 hingga U-15 agar para talenta muda Lampung bisa dipromosikan ke level nasional melalui Bhayangkara FC.
Sementara itu, antusiasme masyarakat yang luar biasa. Hal ini terlihat dari terbentuknya kelompok suporter baru bernama El-bhara yang merupakan gabungan suporter lokal yang sepakat mendukung Bhayangkara FC secara penuh.
“Mereka berkomitmen bernyanyi selama 90 menit, menjadi pemain ke-12,” kata Yoga.
Selain itu, dari sisi infrastruktur, progres renovasi Stadion Sumpah Pemuda terus dikebut. Penanaman rumput telah dimulai, dan ditargetkan selesai dalam satu minggu. Proses pemadatan dan penyiraman akan berlangsung selama tiga bulan ke depan.
Menurutnya, target home base bisa digunakan pada 1 Agustus 2025. Selain itu, jersi Bhayangkara FC juga akan mengusung motif tapis sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal Lampung, sesuai permintaan langsung dari Gubernur Lampung.
Dirinya berharap, langkah Bhayangkara FC dapat memicu hadirnya klub Liga 2 lainnya di Lampung.
“Itu tidak akan mengganggu, malah memperkuat atmosfer sepak bola. Dengan penduduk 9,4 juta dan stadion yang hanya mampu menampung belasan ribu, saya yakin animo masyarakat tetap luar biasa,” ucapnya. (joni)

