LAMPUNG – Penundaan Musda Partai Golkar Bandar Lampung meninggalkan misteri. Sebab, iklim demokrasi di tubuh partai berlambang Pohon Beringin itu terancam setelah tiba-tiba ada manuver menunda Musda di tengah jalan.
Padahal, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Lampung Hanan A. Rozak sebelum tertundanya Musda Kota Bandar Lampung ternyata menerima positif Handitya Narapati sebagai calon ketua DPD Partai Golkar Bandar Lampung pada Sabtu (13/12/2025) atau H-1 Musda yang tertunda.
“Ya betul, kami bersama Mas Dade silaturahmi ke Ketua Golkar Propinsi Pak Hanan dan dia menerima dengan baik dan dia menunjukkan Leadership sebagai Ketua Partai Besar di Provinsi Lampung. Beliau menyatakan, baik silakan kalau Mas Dade yakin yang terbaik, saya hanya titip kami melakukan pemilihan secara Demokratis dan yang terpenting saya titip jaga keamanan serta berpartisipasi agar Partai Golkar tidak malu,” kata salah satu sumber internal pengurus DPD Golkar Provinsi Lampung kepada awak media, Rabu (17/12/2025).
Sumber yang enggan ditulis namanya itu menyatakan banyak pihak menjadi heran meski Hanan sudah berpesan agar Musda berjalan Demokratis, nyatanya ada “pembegalan” di tengah jalan hingga ada tertunda.
“Ini seperti ada yang “menampar” dan menjatuhkan Marwah Pak Hanan sendiri dengan keputusan Penundaan Musda Golkar ini. Pesan dia kan jelas jangan sampai malu. Terus yg menunda Siapa? Sedangkan ketua Provinsi saja sudah tidak ada masalah lalu siapa ini sebenarnya yang mengganggu,” tegas dia.
Sementara itu, Pimpinan Kelurahan di 11 kecamatan di Kota Bandar Lampung menyatakan dukungan penuh dan solid untuk Handitya Narapati sebagai ketua Golkar Bandar Lampung.
Penundaan Musda dinilai mencederai Demokrasi di Tubuh Partai Golkar dan meminta DPP Partai Golkar turun tangan atas hal ini. (rizal/bk-09)

